ASEP TEBAL SELIMUTI PALANGKARAYA, DIDUGA AKIBAT KARHUTLA DI LAHAN GAMBUT KALIMANTAN

EdithNews.com (Kota Palangkaraya), Kalimantan Tengah kembali diselimuti asap tebal dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diduga kuat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan / Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar kota, Minggu (30/8/2026).

 

Anton Wiliam , salah satu narasumber yang berada di Tempat Kejadian Perkara / TKP menjelaskan, berdasarkan pantauan di lapangan jarak pandang menurun drastis dan langit berubah menjadi kuning kecoklatan.

“Warga mulai merasakan dampak berupa gangguan pernapasan dan aktivitas luar ruangan yang terbatas,” kata Anton.

 

Kepala BPBD Kota Palangkaraya menjelaskan penyebab utama asap tebal ini berasal dari titik api di lahan gambut.

“Di musim kemarau, lahan gambut sangat mudah terbakar. Api di gambut sifatnya smoldering atau bara di bawah tanah yang sulit dipadamkan dan menghasilkan asap sangat tebal,” jelasnya.

 

Faktor penyebab Karhutla di Kalimantan

1. Pembukaan Lahan Praktik pembakaran lahan untuk perkebunan sawit dan HTI

2. Cuaca Kering. Musim kemarau panjang membuat gambut kering dan mudah terbakar

3. Aktivitas Manusia Pembakaran sampah, ladang, dan puntung rokok

4. Karakteristik Gambut Mengandung karbon tinggi sehingga saat terbakar asapnya pekat dan berlangsung lama

 

Dampak dari asap tebal ini berpotensi meningkatkan kasus ISPA, mengganggu penerbangan, serta menghambat aktivitas belajar mengajar di sekolah.

 

Upaya Penanganan Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan saat ini terus melakukan pemadaman darat, water bombing, patroli, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

 

Warga diimbau untuk menggunakan masker N95 saat beraktivitas di luar, menutup pintu dan jendela, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kesehatan.

 

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara dan titik api di lapangan.

“Sampai berita ini ditayangkan, belum ada hasil pasti terkait penyebab utama kejadian asap kebakaran di Palangkaraya,” pungkasnya.

 

WARTAWAN: RISDI

Sharing Social:
Mohammad Bucheri
Mohammad Bucheri
Articles: 638

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *