
“Bom Waktu Sampah Bantargebang Meledak” Menteri Turun Malam Hari, Akui Gunungan Sampah Sudah Melewati Batas Aman
Edithnews.com (Bekasi) – Insiden longsornya gunungan sampah di TPST Bantargebang memicu perhatian serius pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup yang juga Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung ke lokasi pada Minggu malam (8/3/2026) untuk memantau proses evakuasi dan memberikan keterangan kepada awak media.
Dengan mengenakan helm proyek dan didampingi sejumlah pejabat serta petugas lapangan, Hanif menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah.
Di belakang lokasi wawancara, alat berat terlihat terus bekerja mengeruk tumpukan sampah yang longsor. Suara mesin excavator dan aktivitas tim penyelamat menjadi latar suasana operasi darurat yang berlangsung hingga malam hari.
Menurut Hanif, pemerintah tengah melakukan penanganan cepat di lokasi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pengelolaan sampah di Bantargebang. Ia menegaskan bahwa keselamatan para pekerja dan masyarakat di sekitar kawasan TPST harus menjadi prioritas.
“Kita sedang fokus pada proses evakuasi dan memastikan tidak ada lagi korban tertimbun. Semua tim bekerja di lapangan dengan alat berat,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi.
Selain proses pencarian korban, pemerintah juga akan menginvestigasi penyebab longsornya gunungan sampah yang terjadi di salah satu zona penumpukan. Longsor tersebut diduga dipicu oleh tingginya volume sampah yang terus menumpuk serta kondisi struktur timbunan yang rentan.
Peristiwa ini kembali membuka fakta lama bahwa TPST Bantargebang selama bertahun-tahun menjadi titik kritis pengelolaan sampah dari wilayah DKI Jakarta. Setiap hari ribuan ton sampah masuk ke kawasan tersebut, sementara kapasitas penanganan terus mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Sementara itu, proses pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan tim gabungan, mulai dari petugas pengelola TPST, aparat keamanan, hingga relawan. Area longsoran juga dipasangi penerangan tambahan untuk mempercepat operasi evakuasi di malam hari.
Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa krisis pengelolaan sampah di wilayah megapolitan Jakarta dan sekitarnya tidak lagi bisa ditunda penanganannya, karena sewaktu-waktu dapat berubah menjadi bencana yang mengancam keselamatan manusia.
(Red)



