
BP BUMN dan Danantara Dukung Waskita Perkuat Fokus Bisnis Jalan Tol
EditNews.com (JAKARTA) – Restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk diarahkan bukan hanya untuk memperpanjang waktu penyelesaian kewajiban atau menunda persoalan yang ada, melainkan membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan. Proses penyehatan perusahaan harus disusun berdasarkan perhitungan yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menghasilkan solusi permanen yang memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
Pada Jumat (17/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk membahas secara menyeluruh arah restrukturisasi perusahaan. Pembahasan meliputi valuasi aset, struktur dan kemampuan pembayaran utang, proyeksi arus kas, hingga penentuan model bisnis yang dinilai paling tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Salah satu arah yang didorong adalah memperkuat fokus Waskita pada bisnis jalan tol. Dengan karakteristik bisnis yang memberikan pendapatan jangka panjang, pengelolaan jalan tol dinilai memiliki prospek yang kuat sebagai fondasi bisnis perusahaan. Namun, sebelum memasuki tahap pengembangan, kondisi keuangan Waskita harus dipastikan sehat sehingga perusahaan memiliki kemampuan memenuhi kewajibannya secara mandiri, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, serta membuka peluang memperoleh pendanaan, termasuk melalui pasar modal.
“Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah jasa marga, itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan fokus bisnis bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya aset yang dimiliki, tetapi harus didukung oleh perhitungan bisnis yang matang, struktur keuangan yang sehat, serta proyeksi usaha yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
BP BUMN bersama Danantara akan terus mengawal proses restrukturisasi agar tidak berhenti pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi benar-benar menghasilkan transformasi yang menyeluruh. Melalui model bisnis yang lebih fokus, struktur keuangan yang lebih kuat, dan tata kelola yang semakin baik, Waskita diharapkan tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, berdaya saing, serta tidak kembali menghadapi persoalan yang sama di masa mendatang.
(Nur)



