Warga Wanajaya Kesal, Sampai Pager Sekolah SMP 5 di Segel Tidak Dapat Kuota Puluhan Anak Terancam Gagal Masuk Sekolah

Edithnews.com (Kabupaten Bekasi) – Puluhan Warga Masyarakat khusus Desa Wanajaya Mengelar Aksi Demo di SMP Negeri 5 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/7/2026).

Puluhan orang tua calon siswa baru, bergobolan mendatangi sekolah hingga melakukan aksi demo penyegelan pager gerbang Sekolah, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan peraturan adanya pengurangan jumlah siswa baru, rombongan belajar ( rombel ) yang dinilai mengancam hak anak-anak mereka untuk tidak bisa masuk memperoleh pendidikan baru.

Aksi demo yang di dominasi ibu – ibu dan bapak-bapak itu berpicu berkurangnya kuota rombel di SMPN 5 Cibitung dari delapan rombel pada tahun ajaran 2025/2026 menjadi hanya 6 rombel pada tahun ajaran 2026/2027. Akibatnya, puluhan calon siswa baru dari wilayah Desa Wanajaya dan sekitarnya tidak tertampung dalam proses penerimaan peserta didik baru.

Yuhidir Selakau bidang kesiswaan menjelaskan dan kebetulan sebagai pantia penerima siswa baru bahwa penerimaan siswa baru tidak bisa di Terima dikarenakan terbatas nya ruang lingkup siswa hanya 6 kelas untuk periode didik tahun 2026/2027 tidak terbendung, sedangkan yang sudah di Terima dengan jalur prosedur 6 kelas rata – rata 1 kelas 40 siswa yang sudah terdaftar total sudah 240 siswa,

Dan pihak sekolah juga sudah mencoba mengusulkan kepada pihak dinas pendidikan ( disdik) untuk penambahan kelas dan berbagai upaya agar warga sekitar lingkungan anak nya bisa masuk sekolah di SMP 5 cibitung yang terdekat. Jelasnya”Yuhidir selaku bidang kesiswaan.

Dan Masyarakat meminta tuntutan, kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Dinas Pendidikan (disdik) agar cepat segera mengambil keputusan dengan mengembalikan jumlah rombel menjadi 8 seperti tahun sebelumnya. Agar anak – anak kami yang ber zona terdekat bisa masuk daftar sekolah di SMP 5 cibitung, Menurut mereka itu adalah kebijakan warga Wanajaya tersebut, tidak sebanding dengan jumlah lulusan sekolah tahun ini sangat terus meningkat setiap tahunnya.

Saat awak media konfirmasi, melalui whatsapp messenger kepada Nurdin Barok selaku kepala desa ( kades) Wanajaya, menerangkan saat ini langkah – langkah yang sudah di lakukan kepala desa ( kades).

Lagi di usulkan supaya warga wanajaya bisa di trima semua di smp yng ada di wanajaya baik smp 4 , smp 5 dan smp 8 , supaya usulan kita masyrakat wanajaya di trima untuk menambah rombel , yng tahun kmarin smp 4 ada 10 kelas tahun ini 9 kelas di kembalikan ke 10 kelas, smp 5 tahun kmarin 8 kelas tahun ini 6 kelas di kembalikan 8 kelas , smp 8 tahun kmarin 11 kelas tahun ini 7 kelas di kembalikan 11 kelas supaya semua warga wanajaya bisa terakomodir. Ujarnya ” Nurdin Barok kades wanajaya.

“Intinya kami meminta kepada dinas terkait maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi agar segera mengambil sikap dan tindakan. Ini adalah tuntutan warga kami karena masih banyak anak-anak kami yang belum masuk sekolah,”

“Kalau tahun kemarin membuka delapan rombel, Alhamdulillah aman. Sekarang tahun 2026 dikurangi menjadi enam rombel, artinya ada dua rombel yang hilang. Pengurangan ini juga terjadi di Desa Wanajaya. Akibatnya banyak warga kami yang tidak terdaftar dan sampai sekarang tidak mendapatkan sekolah,” ungkapnya. ” Warga desa Wanajaya.

“Kami meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi dan para pejabat
kebijakan agar mengembalikan jumlah rombel menjadi delapan. Jangan sampai anak-anak kami kehilangan kesempatan untuk bersekolah hanya karena berkurangnya kuota rombel,” tegasnya.

Risdi

Sharing Social:
EdithNews
EdithNews
Articles: 2691

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *