Buperta Cibubur Buktikan Kapasitas Jadi Tuan Rumah Jamnas XII dengan 19.833 Peserta

Edithnews.com (Jakarta) – Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur sukses menjadi tuan rumah Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka Tahun 2026. Perhelatan akbar yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 tersebut resmi ditutup pada Kamis (20/8/2026) malam setelah selama sepekan kawasan Buperta dipenuhi aktivitas ribuan anggota Pramuka dari berbagai daerah dan sejumlah negara.

Penutupan Jamnas XII berlangsung meriah dan dihadiri ribuan peserta. Puncak kegiatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang mempertemukan Pramuka Penggalang dari berbagai penjuru Indonesia dalam suasana persaudaraan, pembelajaran, kreativitas, dan kemandirian.

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. H. Budi Waseso, menyebut penutupan Jamnas XII menjadi momentum istimewa setelah perjalanan besar yang mempertemukan lebih dari 19 ribu anggota Pramuka dari berbagai penjuru Indonesia.

“Hari ini menjadi momentum yang sangat istimewa karena kita menutup sebuah perjalanan besar yang telah mempertemukan lebih dari 19 ribu anggota Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka hadir membawa semangat dari masing-masing daerahnya dan menyatu dalam satu keluarga besar Gerakan Pramuka Indonesia.” ujarnya.

Menurut Budi Waseso, Jamnas XII telah menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan keberagaman Indonesia dalam suasana persaudaraan. “Mereka hadir bersama dalam satu semangat, yaitu satu Indonesia, satu Pramuka, satu tekad untuk mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai,” tambah Budi Waseso yang juga mantan Kabareskrim Polri ini.

Jamnas XII diikuti 19.833 peserta yang tergabung dalam 41 kontingen, terdiri atas Kwartir Daerah dari seluruh Indonesia, Gugus Depan perwakilan Indonesia di luar negeri, serta kontingen dari sejumlah negara sahabat. Jika dihitung bersama panitia, pembina pendamping, pimpinan kontingen daerah dan cabang, serta unsur pendukung lainnya, jumlah warga perkemahan selama kegiatan mencapai hampir 25 ribu orang.

Buperta Lakukan Persiapan Menyeluruh

Besarnya jumlah peserta membuat penyelenggaraan Jamnas XII menjadi tantangan tersendiri. Buperta Cibubur tidak hanya harus menyiapkan kawasan perkemahan, tetapi juga memastikan berbagai kebutuhan dasar peserta dapat terpenuhi selama kegiatan berlangsung.

Jauh sebelum Jamnas XII dimulai, Buperta Cibubur melakukan berbagai pembenahan dan penyiapan sarana dan prasarana untuk memastikan kawasan siap digunakan sebagai lokasi perhelatan nasional berskala besar.

Salah satu prioritas utama adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi peserta dan seluruh unsur pendukung kegiatan. Kebutuhan air bersih menjadi aspek vital mengingat kawasan Buperta dihuni ribuan peserta selama delapan hari.

Buperta juga melakukan perbaikan dan pembersihan seluruh fasilitas MCK yang tersedia di kawasan perkemahan. Untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan peserta, pengelola menambah 1.200 bilik MCK darurat di area perkemahan.

Selain fasilitas sanitasi, sejumlah aula pertemuan juga direnovasi untuk mendukung berbagai kegiatan dan pertemuan selama Jamnas berlangsung.

Pembenahan juga dilakukan pada aspek aksesibilitas. Perbaikan jalan di area perkemahan dilakukan untuk memastikan mobilitas peserta, panitia, kendaraan operasional, maupun kebutuhan logistik dapat berjalan dengan lebih baik.

Untuk menunjang aktivitas peserta hingga malam hari, Buperta juga melakukan penambahan penerangan di masing-masing area perkemahan. Berbagai perlengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya turut dipersiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan nyaman.

Berbagai persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya Buperta memastikan kawasan siap menghadapi tingginya intensitas aktivitas selama Jamnas XII.

Ketua Panitia pelaksana sekaligus Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Bachtiar Utomo, S.I.P., M.A.P., mengatakan Jamnas XII melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Pramuka berkebutuhan khusus, serta perwakilan Gugus Depan Gerakan Pramuka pada sejumlah perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Sejumlah negara juga turut berpartisipasi melalui perwakilan National Scout Organization (NSO), yakni Australia, Mauritius, Sri Lanka, Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Timor Leste.

“Untuk utusan National Scout Organization (NSO), ada tujuh negara, Australia, Mauritius, Sri Lanka, Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan dan Timor Leste,” kata Bachtiar Utomo dalam laporan pada penutupan Jamnas XII.

Kehadiran kontingen dari berbagai daerah dan negara menjadikan Jamnas XII sebagai ruang perjumpaan lintas budaya sekaligus memperkuat semangat persaudaraan dalam Gerakan Pramuka.

Dari sisi tuan rumah, Kepala Buperta Pramuka Cibubur, Budy Sugandi, Ph.D., mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Jamnas XII merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi Buperta.

Menurut Budy, keberhasilan Jamnas XII tidak semata-mata diukur dari kemampuan Buperta menampung puluhan ribu orang, tetapi juga dari kemampuan menyediakan ruang yang aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda.

“Bagi kami, keberhasilan Jamnas XII bukan hanya soal mampu menampung puluhan ribu peserta. Yang paling penting adalah bagaimana Buperta mampu menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, membangun persaudaraan, dan menumbuhkan kemandirian,” ujar Budy Sugandi.

Gandi mengatakan persiapan menghadapi Jamnas XII dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas dasar hingga sarana pendukung kegiatan.

“Menjadi tuan rumah Jamnas dengan jumlah peserta yang sangat besar tentu bukan pekerjaan sederhana. Karena itu, sejak awal kami melakukan berbagai pembenahan dan penyiapan fasilitas, mulai dari air bersih, sanitasi, jalan, penerangan, aula, hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya. Alhamdulillah, seluruh persiapan tersebut dapat kami lakukan bersama seluruh pihak yang terlibat,” kata alumnus program doktoral Southwest University China ini.

Selama pelaksanaan Jamnas, kawasan Buperta menjadi ruang berlangsungnya beragam kegiatan kepramukaan, mulai dari kegiatan edukatif, keterampilan, kreativitas, olahraga, seni budaya, hingga berbagai kegiatan tematik yang dirancang untuk membangun karakter dan kemandirian peserta.

Jamnas XII mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang mendorong peserta mengembangkan keterampilan, kreativitas, kemandirian, sekaligus mengenal potensi daerah dan pentingnya ketahanan pangan.

Kehadiran kontingen dari sejumlah negara sahabat juga memperkuat posisi Jamnas XII sebagai perhelatan yang memiliki dimensi internasional.

Bagi Buperta, pengalaman menjadi tuan rumah Jamnas XII sekaligus mempertegas fungsi kawasan tersebut sebagai salah satu ruang kegiatan luar ruang berskala nasional yang mampu mendukung penyelenggaraan kegiatan dengan jumlah peserta besar dan agenda yang kompleks.

“Jamnas XII membuktikan bahwa Buperta Cibubur bukan sekadar bumi perkemahan. Buperta adalah ruang pembelajaran dan perjumpaan, tempat anak-anak muda dari berbagai latar belakang bertemu, belajar, berkreasi, dan membangun masa depan bersama,” tutur Gandi.

Selama delapan hari, Buperta Cibubur tidak hanya menjadi tempat peserta mendirikan tenda dan mengikuti kegiatan. Kawasan tersebut menjadi bagian dari pengalaman peserta dalam mengenal keberagaman Indonesia, membangun persahabatan, mengasah keterampilan, serta belajar hidup mandiri dalam lingkungan perkemahan.

Setelah delapan hari dipenuhi aktivitas, peserta mulai meninggalkan Buperta Cibubur dan kembali ke daerah masing-masing. Tenda-tenda dibongkar, berbagai kegiatan berakhir, dan kawasan perkemahan perlahan kembali tenang.

Namun, bagi Buperta, keberhasilan Jamnas XII tidak berhenti ketika peserta meninggalkan kawasan perkemahan.

Gandi berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama berada di Buperta dapat dibawa pulang dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jamnas XII boleh berakhir, tetapi semangat yang dibangun selama delapan hari di Buperta harus terus dibawa pulang oleh setiap peserta. Kami berharap mereka kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman, persaudaraan, keberanian, dan semangat untuk terus berkarya bagi Indonesia,” pungkas Budy Sugandi.

Keberhasilan Jamnas XII menjadi catatan penting bagi Buperta Cibubur. Perhelatan tersebut menunjukkan bahwa Buperta mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional dengan jumlah peserta yang besar, sekaligus menghadirkan ruang pembelajaran, kreativitas, persaudaraan, dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

(M.NUR)

 

Sharing Social:
EdithNews
EdithNews
Articles: 2971

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *